Ringkasan isi buku (Bahasa Indonesia)
Buku ini mengupas bagaimana Islam melihat bisnis melalui teladan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang yang sukses, namun tetap menjunjung tinggi etika, kejujuran, amanah, dan keadilan dalam setiap transaksi.Penulis menekankan bahwa berbisnis adalah aktivitas mulia jika dilakukan dengan nilai-nilai Islam: tidak riba, tidak menipu, tidak mengeksploitasi orang lemah, dan senantiasa memberi manfaat bagi masyarakat.Ditekankan pula peran kepemimpinan dalam perekonomian: seharusnya dipimpin oleh orang-orang yang memiliki visi bisnis yang etis, bukan hanya pejabat militer atau birokrat. Pengusaha yang berkarakter dan beretika diperlukan untuk mendorong kemajuan bangsa.Buku membahas kondisi ekonomi Indonesia: kekayaan cenderung terkonsentrasi pada pengusaha, sementara masih banyak aspek kemiskinan dan tantangan sosial. Daya dorong ekonomi yang kuat perlu dilandasi etika dan tanggung jawab sosial agar manfaatnya dirasakan luas.Beberapa tokoh dan ceramah Islam konstruktif digunakan sebagai sumber inspirasi (misalnya pandangan Ustadz Anis Matta dan tokoh-tokoh pengusaha Muslim lain) untuk menegaskan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang berlandaskan moral, nilai spiritual, dan manfaat bagi umat.Pembaca diajak memahami bahwa harta dan posisi sosial dalam Islam perlu dipahami sebagai alat untuk kemaslahatan; buku ini juga mengajak calon pengusaha untuk memikirkan bagaimana naik ke tingkat βquadrant business ownerβ dengan persiapan etika, ilmu, dan tanggung jawab.Struktur buku dibagi menjadi beberapa bagian besar yang membahas posisi harta dalam Islam, alasan mengapa kekayaan diperlukan, serta langkah-langkah persiapan menjadi pengusaha yang bertanggung jawab. Kesimpulan: Buku ini menegaskan bahwa bisnis menurut ajaran Nabi Muhammad SAW adalah jalan mulia asalkan dijalankan dengan etika, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sosial; melalui teladan tersebut, bisnis dapat menjadi motor kemajuan bangsa tanpa mengorbankan prinsip keadilan dan kebenaran.