Berdasarkan gambar-gambar halaman buku yang diberikan, berikut adalah ringkasan isi buku "Berbohong dengan Statistik" dalam Bahasa Indonesia:
Buku ini berjudul "Berbohong dengan Statistik" yang ditulis oleh Darell Huff dengan ilustrasi oleh Irving Geis. Buku ini diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) di Jakarta.
Beberapa kutipan awal dalam buku ini menyoroti skeptisisme terhadap statistik dan data: Disraeli menyatakan bahwa ada tiga macam kebohongan: ngibul, bohong, dan statistik*. * H.C. Wells memprediksi bahwa berpikir statistis akan sama pentingnya dengan kemampuan membaca dan menulis bagi kewarganegaraan yang efisien. * Artemus Ward mengingatkan bahwa yang penting bukanlah seberapa banyak yang tidak kita ketahui, melainkan yang tidak kita ketahui yang menyesatkan. Samuel Johnson menyatakan bahwa angka bulat selalu palsu*. * Sir Francis Galton menyiratkan kesulitan dalam menjelaskan persoalan statistik penting secara mudah dipahami tanpa mengorbankan ketepatan dan ketelitian.
Buku ini dipersembahkan "Untuk isteriku, karena alasan yang masuk akal."
Daftar Isi buku ini menunjukkan cakupan pembahasannya: * Pendahuluan * Bab 1: Sampel yang Pada Dasarnya Sudah Bias (membahas tentang bagaimana pemilihan sampel bisa memanipulasi hasil statistik) * Bab 2: Rata-rata yang Dipilih dengan Benar (mungkin menjelaskan tentang berbagai jenis "rata-rata" dan bagaimana pemilihan jenis rata-rata tertentu bisa mengubah interpretasi data) * Bab 3: Angka Kecil yang Tak Ada di Situ (kemungkinan membahas bagaimana data yang tidak lengkap atau kecil bisa disalahgunakan) * Bab 4: Ribut karena Masalah Sepele (mungkin tentang fokus pada perbedaan yang tidak signifikan secara statistik) * Bab 5: Grafik yang Sensasional (membahas bagaimana grafik bisa dibuat menyesatkan secara visual) * Bab 6: Gambar Satu Dimensi (kemungkinan tentang penyajian data yang tidak proporsional atau misleading) * Bab 7: Angka yang Agak Berkaitan (mungkin membahas korelasi yang disalahartikan sebagai kausalitas) Bab 8: Post Hoc itu Muncul Kembali (membahas kesalahan logika post hoc ergo propter hoc*, yaitu menganggap sesuatu yang terjadi setelah suatu peristiwa adalah akibat dari peristiwa tersebut) * Bab 9: Statistikulasi (mungkin istilah untuk praktik memanipulasi statistik secara sengaja) * Bab 10: Cara Balas Menjawab Statistik (bagian ini kemungkinan memberikan panduan tentang bagaimana mengidentifikasi dan menanggapi penyalahgunaan statistik).
Buku ini adalah terjemahan dari "How to Lie with Statistics" yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1954 dan dicetak ulang oleh Penguin Books pada tahun 1991. Penerjemahnya adalah J. Soetikno Pr. dan Christina M Udiani. Cetakan pertamanya adalah Mei 2002 dan cetakan kedua Agustus 2003.
Kesimpulan: Buku "Berbohong dengan Statistik" adalah sebuah panduan klasik yang bertujuan untuk membuka mata pembaca mengenai berbagai cara statistik dapat digunakan untuk menyesatkan, memanipulasi, atau bahkan berbohong. Dengan membahas topik-topik mulai dari bias sampel, penggunaan rata-rata yang selektif, penyajian data yang visual yang menyesatkan, hingga kesalahan logika kausalitas, buku ini membekali pembaca dengan pemahaman kritis untuk mengurai dan mempertanyakan data statistik yang disajikan di media, iklan, maupun argumen. Pada akhirnya, buku ini juga memberikan cara bagaimana "melawan" statistik yang menyesatkan.
