Ringkasan isi buku (berdasarkan halaman-halaman yang terlihat):
Buku berjudul Garis Waktu karya Fiersa Besari mengisahkan rangkaian tulisan pribadi yang mendokumentasikan momen-momen penting dalam hidup sang penulis, dari masa perkenalan dengan orang terkasih, kasmaran, patah hati, hingga pelajaran hidup lain yang dihadapi.
Ide buku berawal dari hasrat menulis untuk mengabadikan pemikiran-pemikiran di masa kini. Penulis mengumpulkan tulisan-tulisan dari berbagai media sosial (Facebook, Twitter, Line, Blogspot, Instagram, dsb) yang tersebar, lalu mentah-mentah disusun kembali menjadi sebuah buku.
Proses penyusunan melibatkan penyatukan potongan-potongan cerita yang dulunya terpisah menjadi satu narasi panjang, sambil menambahkan kisah-kisah baru, menyelaraskan bagian-bagian yang tidak saling terkait, sehingga tercipta rangkaian cerita yang bisa dinikmati secara utuh maupun per bab.
Pemilihan judul Garis Waktu dipakai karena mampu merepresentasikan titik-titik peristiwa penting antara βakuβ dan βkamuβ secara kronologis berdasarkan bulan dan tahun; juga menggambarkan proses penulisan di dunia maya yang berlangsung lama hingga menjadi buku.
Buku ini juga dimaksudkan sebagai galeri untuk pembaca, tempat membaca karya-karya penulis dengan suasana yang lebih intim (secangkir teh hangat di senja). Hal ini disampaikan dalam bagian pendahuluan, ucapan terima kasih, dan bagian penutup buku.
Ada bagian dedikasi/ucapan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, sahabat, komunitas pembaca, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penerbitan (dalam keterangan kolom redaksi, pemasaran, dll.), dengan cetakan pertama pada tahun 2016.Kesimpulannya, Garis Waktu adalah kumpulan tulisan pribadi yang disusun menjadi sebuah narasi kronologis tentang perjalanan emosi dan pengalaman hidup penulis, direka ulang menjadi satu karya utuh yang bisa dinikmati sebagai satu kesatuan maupun sebagai rangkaian bab yang terpisah.