Buku ini berjudul "Kebelet Kaya" dan ditulis oleh Mardigu WP, dengan co-writer Bapak Sarbana. Buku ini merupakan kumpulan jurus inspiratif dari pengusaha kelas kecil hingga kelas dunia.
Ringkasan Isi Buku:
Buku ini diawali dengan Kata Pengantar yang menjelaskan bahwa pendidikan bertujuan mencerdaskan otak dan mengembangkan rasa dalam diri agar hidup penuh hikmah dan berisi. Buku ini menekankan pentingnya pengembangan rasa, inspirasi, dan hubungan pribadi dalam mencapai keberhasilan. Kebahagiaan, kedamaian, dan kekayaan adalah tujuan hidup manusia, dan kekayaan sejati tidak hanya diukur dari materi, nama besar, atau kebebasan, melainkan juga dari cara perolehannya yang tidak merugikan pihak lain, menjunjung kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran. Buku ini mendorong pembentukan pengusaha yang memiliki empati, budaya kerja gigih, citra diri berwibawa, matang dalam pengalaman, dan daya tahan stabil.
Kepemilikan kekayaan secara kolektif dijelaskan sebagai hasil dari "individual wealth" atau kekayaan pribadi, yang bukan hanya materi tetapi juga batin dan spiritual. Penulis menyoroti bahwa banyak orang tertarik menjadi pengusaha karena mereka merasakan pahit-manisnya berwirausaha. Setiap manusia memiliki bakat untuk menjadi pengusaha sejati, yang perlu ditemukan dan diasah. Buku ini juga membahas sindrom "post power syndrome" yang terjadi akibat kehilangan kekuasaan, terutama bagi mereka yang memasuki masa pensiun. Buku ini bertujuan untuk memberikan petunjuk bagaimana memberdayakan diri agar tidak mengalami sindrom tersebut, dan menekankan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu.
Bagian Sekapur Sirih menceritakan pengalaman penulis bertemu dengan anggota golf senior dari alumni ITB yang berusia 55-65 tahun. Banyak di antara mereka adalah pensiunan pejabat tinggi di perusahaan besar. Meskipun awalnya mereka adalah pegawai, sebagian besar dari mereka akhirnya berwirausaha dan membangun bisnis sendiri. Penulis mengenal sebagian besar dari mereka lebih dari 10 tahun dan membangun relasi bisnis selama mereka menjabat.
Kesimpulan: Buku "Kebelet Kaya" ini tampaknya berfokus pada pengembangan diri dan kewirausahaan, menekankan bahwa kekayaan sejati tidak hanya materi, tetapi juga meliputi aspek batin, spiritual, dan etika dalam pencapaiannya. Buku ini bertujuan untuk menginspirasi pembaca untuk menemukan potensi wirausaha mereka, mengatasi tantangan seperti "post power syndrome", dan mencapai keberhasilan holistik dalam hidup.
