Berikut ringkasan isi buku berdasarkan halaman-halaman yang tampak:
Judul buku: Menjadi Perempuan Terdidik: Novel Indonesia, dan Feminisme, karya Dr. Wiyatmi, M.Hum. Edisi cetakan ke-1 April 2013 (Penerbit UNY Press).
Tema utama: hubungan antara pendidikan perempuan dan feminisme dalam novel-novel Indonesia.
Kerangka teoretis: menggunakan feminisme sastra dan kajian gender untuk mengevaluasi representasi perempuan yang terdidik dalam sastra nasional.
Ruang lingkup: kajian desain naratif dan tokoh-tokoh perempuan dalam novel Indonesia dari periode awal hingga sekitar tahun 2000-an (1920β2000-an) untuk melihat bagaimana pendidikan membentuk identitas dan peran perempuan.
Tujuan penelitian: menganalisis bagaimana tokoh perempuan dalam novel Indonesia dididik, bagaimana pendidikan berperan sebagai agen pembebasan atau ketegangan dengan norma sosial, serta bagaimana perubahan gender direfleksikan dalam sastra.
Metode: kajian teks secara kritis dengan pendekatan feminis terhadap sejumlah karya sastra Indonesia.
Temuan utama: tokoh perempuan yang terdidik sering menghadapi konflik antara tradisi patriarki dan modernitas; pendidikan bisa menjadi kunci pembebasan, peningkatan peran sosial, dan pembentukan identitas, tetapi jalannya tidak selalu mulus dan dipengaruhi konteks kelas, wilayah, dan budaya.
Kontribusi: menambah literatur studi gender dalam sastra Indonesia, menunjukkan bagaimana novel-novel Indonesia berperan sebagai cermin maupun agen perubahan nilai-nilai gender.
Ucapan terima kasih dan bagian lain: bagian Prakata, daftar penghargaan kepada tokoh-tokoh akademik, lembaga, dan pihak terkait; rincian hak cipta serta identitas penerbit.Kesimpulannya: Buku ini menunjukkan bahwa pendidikan perempuan dalam novel-novel Indonesia berperan sentral dalam pembentukan identitas dan potensi emansipasi, sekaligus memperlihatkan dinamika konflik dengan norma sosial yang ada, sehingga sastra menjadi cermin maupun motor perubahan pemikiran gender di Indonesia.