Berikut ringkasan isi buku berdasarkan gambar halaman yang diberikan (disajikan per topik tanggal):
02/10: Pembahasan dimulai dengan “Nawacita Trump Nomor 1” dan agenda Global Currency Reset. Diksi artikel menegaskan adanya rencana Trump untuk menggeser sistem keuangan dunia, termasuk kemungkinan dolar yang diikat pada emas, serta tuduhan terhadap globalis cabal dan partai Demokrat. Intinya adalah narasi tentang konspirasi pengaturan mata uang global.03/10: Dibahas alasan Trump akan melakukan reset mata uang global melalui skema yang melibatkan Libra (mata uang digital Facebook). Diyakini ada perlawanan dari bank sentral dunia dan tim Zuckerberg diduga ingin memindahkan arah ke mata uang digital, meski ada penolakan dari beberapa otoritas pada 2018; tak lama kemudian dikaitkan dengan penundaan yang kemudian diyakini sebagai bagian dari dinamika politik-global.04/10: Fokus ke infrastruktur keuangan yang dibangun Zuckerberg (Facebook Pay, IG Pay) dan munculnya konsep “DINARAN” (sistem pembayaran berbasis dinar emas) sebagai upaya menyiapkan infrastruktur keuangan baru. Dinaran disebut sebagai respons terhadap tuntutan regulasi dan upaya menggeser sistem pembayaran global.05/10: Dinaran dihubungkan dengan kerangka regulasi di Indonesia (BI) dan sistem pembayaran nasional seperti GPN. Artikel mengaitkan potensi ambisi FB/IG/WA untuk menjadi “negara digital” karena basis pengguna yang sangat besar, serta peran infrastruktur pembayaran baru sebagai fondasi ekonomi digital.06/10: Tema berlanjut tentang pembentukan mata uang digital di dunia maya melalui infrastruktur yang telah disiapkan (FB Pay, IG Pay) dan langkah-langkah lanjutan yang disebut akan mengubah lanskap keuangan dunia melalui digital currency.07/10: Bagian ini menegaskan jawaban “PASTI” bahwa mereka akan membangun infrastruktur dan ekosistem terlebih dahulu, lalu meluncurkan Libra (dan wallet terkait Calibra) sebagai mata uang digital global. Ditekankan bahwa tantangan utama datang dari “global cabal” yang menentang hegemoni negara Amerika, dengan fokus pada kaitan dengan Libra dan dinaran.08/10: Proyeksi peluncuran “DINARAN DOLAR” di Januari 2021 untuk menarik turis internasional di Indonesia (9 juta turis disebutkan). Dinaran dianggap berbasiskan dolar dan emas, dengan kartu ATM yang bisa tarik tunai dan fitur-fitur lain seperti exchanger rate yang stabil, biaya nol persen, serta kemudahan transaksi bagi wisatawan. Konsepnya adalah membawa dolar ke Indonesia melalui skema dinaran untuk memudahkan transaksi bagi turis dan warga domestik.Kesimpulan: Isi buku ini menyajikan narasi konspiratif tentang upaya mengubah tatanan mata uang dunia melalui infrastruktur pembayaran digital (Facebook Pay, IG Pay, Libra) dan pengenalan mata uang alternatif berbasis dinar emas (DINARAN) untuk Indonesia. Narasi ini menempatkan Trump, Mark Zuckerberg, dan kelompok globalis cabal sebagai aktor utama yang mendorong skema tersebut, sambil menampilkan dinaran sebagai solusi nasional yang akan menggantikan atau melindungi sistem keuangan domestik.