Tentang Emotional Agility
Susan David, psikolog Harvard, menulis buku yang menantang dua ekstrem: jangan suppres emosimu dan jangan terjebak di dalamnya. Emotional Agility adalah kemampuan untuk berhubungan dengan emosi secara fleksibel β menggunakannya sebagai informasi tanpa membiarkannya mengendalikanmu.
Jebakan Emosional yang Umum
Bottling β Menekan Emosi
Berpura-pura tidak merasakan apa-apa atau mengubur emosi negatif. Ini tidak menghilangkan emosi β hanya menunda ledakannya dan membuatnya lebih destruktif ketika akhirnya muncul.
Brooding β Terjebak dalam Emosi
Terus-menerus memutar ulang pikiran dan perasaan negatif tanpa menuju resolusi. Ini bukan refleksi yang produktif β ini adalah spinning wheel yang menghabiskan energi tanpa menghasilkan apapun.
Empat Langkah Emotional Agility
1. Show Up β Hadir dengan Emosi
Akui emosi yang kamu rasakan tanpa menghakimi dirimu karena merasakannya. Emosi bukan tanda kelemahan β itu adalah sinyal berharga dari sistem internal yang mencoba membantumu.
2. Step Out β Ambil Jarak
Amati emosimu dari luar seolah kamu seorang peneliti yang penasaran. "Saya memperhatikan bahwa saya merasa cemas" berbeda dari "Saya cemas" β yang pertama memberikanmu jarak dan pilihan.
3. Walk Your Why β Periksa Nilai
Tanyakan: apakah responsiku terhadap emosi ini sejalan dengan nilai-nilai yang paling penting bagiku? Ini adalah filter yang memisahkan reaksi otomatis dari pilihan yang disengaja.
4. Move On β Bertindak Berdasarkan Nilai
Ambil tindakan kecil yang konsisten dengan siapa kamu ingin menjadi, bukan hanya bagaimana kamu merasa saat ini. Emosi memberi informasi, tapi nilai-nilaimu yang menentukan arah.
Kesimpulan
Emotional Agility adalah buku yang akan mengubah hubunganmu dengan emosimu sendiri secara fundamental. Baca di perpustakaan digital kami.
