perpus -

Pelajaran dari Thinking Fast and Slow: Kenapa Kita Sering Salah Ambil Keputusan

Anonymous 01 Jan 1970 1 Min. To Read
Pelajaran dari Thinking Fast and Slow: Kenapa Kita Sering Salah Ambil Keputusan

Pelajaran dari Thinking Fast and Slow: Kenapa Kita Sering Salah Ambil Keputusan

Anonymous 01 Jan 1970 1 Min. To Read

Tentang Thinking Fast and Slow

Karya Daniel Kahneman, peraih Nobel Ekonomi, buku ini mengungkap dua sistem berpikir manusia yang saling bertentangan dan bagaimana keduanya memengaruhi setiap keputusan yang kita buat setiap hari.

Dua Sistem Berpikir

Sistem 1: Berpikir Cepat

Otomatis, intuitif, dan emosional. Bekerja tanpa usaha sadar. Berguna untuk keputusan sehari-hari tapi rentan terhadap bias dan kesalahan sistematis.

Sistem 2: Berpikir Lambat

Analitis, rasional, dan membutuhkan usaha sadar. Digunakan untuk keputusan kompleks tapi malas dan sering menyerah pada Sistem 1 yang lebih cepat.

Bias Kognitif yang Wajib Diketahui

Anchoring Effect

Angka pertama yang kita dengar sangat memengaruhi penilaian selanjutnya. Itulah kenapa negosiator selalu menyebut angka lebih dulu.

Availability Heuristic

Kita menilai probabilitas berdasarkan seberapa mudah contoh muncul di pikiran. Kecelakaan pesawat lebih sering diberitakan, sehingga kita menganggapnya lebih berbahaya dari mobil — padahal faktanya terbalik.

Loss Aversion

Kehilangan Rp100.000 terasa dua kali lebih menyakitkan daripada kesenangan mendapat Rp100.000. Ini sangat memengaruhi keputusan finansial dan bisnis kita.

Kesimpulan

Memahami cara kerja pikiran kita adalah langkah pertama untuk membuat keputusan yang lebih baik. Buku wajib untuk siapapun yang ingin berpikir lebih jernih. Temukan di koleksi kami.