perpus -

199 385 1 Sm

Admin Perpus 25 Apr 2026 3 Min. To Read 13 views
199 385 1 Sm

199 385 1 Sm

Admin Perpus 25 Apr 2026 3 Min. To Read 13 views

Berikut ringkasan isi buku (artikel Jurnal Al-Qalam, Volume 21, Nomor 1, Juni 2015) dalam bahasa Indonesia berdasarkan gambar-gambar halaman yang disediakan:

  • Tema utama
  • - Mengkaji kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Mamaju, Sulawesi Barat. Penelitian ini menilai sejauh mana umat beragama hidup berdampingan secara damai, serta faktor-faktor pendukung kerukunan tersebut.

  • Latar belakang dan tujuan penelitian
  • - Indonesia sangat beragam secara agama, budaya, dan budaya lokal. Pemerintah telah mendorong kerukunan melalui kebijakan dan regulasi (misalnya peraturan bersama menteri dalam negeri). Namun tetap ada tantangan terkait intoleransi dan konflik antarkelompok. Penelitian ini bertujuan mengukur Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Kabupaten Mamaju dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kerukunan, seperti hubungan sosial, penerimaan perbedaan, dukungan kebijakan, dan peran kearifan lokal serta organisasi masyarakat.

  • Kerangka teori dan tinjauan pustaka
  • - Diperkenalkan konsep kerukunan beragama sebagai suatu keadaan hidup berdampingan secara damai, menghormati perbedaan, dan membangun identitas kebangsaan secara inklusif. Dibahas pula berbagai paradigma (inklusivisme, pluralisme, toleransi) serta pentingnya komunikasi, dialog, dan norma-norma lokal dalam menjaga kerukunan.

  • Metode penelitian
  • - Jenis penelitian: penelitian kuantitatif deskriptif-korelasional. - Sampel: 300 responden dari Kabupaten Mamaju dengan teknik Stratified Random Sampling. - Instrumen: kuesioner yang meliputi variabel-variabel Kerukunan Umat Beragama (IKUB) serta sub-variabel seperti hubungan sosial, hak beragama, dukungan kebijakan pemerintah, dan kearifan lokal. - Analisis: perhitungan IKUB (sebuah indeks yang dinormalisasi), serta analisis terhadap empat variabel utama untuk Indeks Hubungan Sosial dan Indikator-indikator terkait.

  • Hasil dan temuan utama
  • - Distribusi responden menurut latar belakang agama menunjukkan dominasi Islam, disertai Kristen, Hindu, dan Katolik dalam proporsi yang lebih kecil. - Secara umum, IKUB berada pada kategori tinggi dengan rerata sekitar 3,03 pada skala tertentu (indikator kerukunan menunjukkan tingkat kerukunan yang relatif tinggi di Kabupaten Mamaju). - Sekitar 80% responden (sekitar 241 dari 300) termasuk dalam kategori IKUB tinggi; sekitar 188 responden adalah Muslim, 43 Kristen, 7 Hindu, dan 3 Katolik dalam kelompok responsden yang IKUB-nya tinggi (angka-angka ini menunjukkan kecenderungan yang kuat pada mayoritas Muslim di Kabupaten tersebut). - Indikator-indikator kerukunan (Tabel 1) menunjukkan bahwa hubungan sosial, penerimaan terhadap perbedaan, dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang inklusif, serta peran kearifan lokal dan organisasi masyarakat memberikan kontribusi signifikan terhadap IKUB yang tinggi. - Indeks Hubungan Sosial (Tabel 2) mengungkapkan bahwa responden menilai tingkat interaksi sosial antara umat beragama relatif positif, meskipun terdapat variasi per sub-variabelnya (misal, tanggapan terhadap perbedaan, saling menghormati, dan dukungan terhadap perbedaan).

  • Visualisasi data
  • - Grafik 1: Jumlah responden menurut latar belakang agama (proporsi Islam, Kristen, Hindu, Katolik). - Grafik 2: Jumlah responden menurut profesi (PNS, karyawan/ swasta, pelajar/ Mahasiswa, Pedagang, dsb.). - Grafik-grafik dan tabel lain (Tabel 1 dan Tabel 2) menjabarkan ukuran IKUB serta komponen-komponennya secara terperinci.

  • Pembahasan implicits
  • - Kerukunan umat beragama di Kabupaten Mamaju dipengaruhi oleh dinamika sosial, budaya, dan kebijakan publik yang mendukung toleransi. Faktor budaya lokal (kearifan lokal) dan kerja sama lintas agama menjadi pendorong utama. Namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan melalui dialog, edukasi multikultural, dan kebijakan yang inklusif.

  • Kesimpulan (inti)
  • - Ringkasnya, tingkat kerukunan umat beragama di Kabupaten Mamaju relatif tinggi menurut Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang dihitung dalam studi ini. Mayoritas responden menunjukkan sikap toleran, menerima perbedaan, dan mendukung kebijakan yang menjamin hak beragama, dengan peran kearifan lokal dan organisasi masyarakat yang memperkuat kerukunan. Namun demikian, existensi variasi antarkerompok dan tantangan toleransi tetap ada, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan melalui pendidikan, dialog antaragama, dan kebijakan yang ramah terhadap perbedaan.

    Kesimpulan: Terapkan upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan beragama di Kabupaten Mamaju melalui pendidikan multikultural, dialog antar umat beragama, serta penguatan peran budaya lokal dan kebijakan pemerintah yang inklusif.

    199 385 1 Sm
    199 385 1 Sm
    Download Ebook