Berikut ringkasan isi buku “Kisah Petualangan Tintin: Tujuh Bola Ajaib” berdasarkan gambar-gambar halaman yang ditampilkan:
Kisah dimulai dengan Tintin, Snowy, dan Kapten Haddock terlibat dalam ekspedisi arkeologi Sanders–Hardiman yang kembali dari Peru dan Bolivia setelah menjelajahi pedalaman selama dua tahun. Mereka membawa pulang beberapa temuan arkeologi, termasuk patung/artefak kuno dan jenazah/masih hidup dari budaya Inca (mumi Rascar Capac) untuk dipelajari di Eropa.Saat kembali ke Liverpool, kemudian ke kota-kota lain (seperti London), muncul peristiwa aneh: para anggota ekspedisi satu persatu jatuh pingsan dengan gejala yang tampak seperti kutukan dari makhluk kuno. Kejadian-kejadian ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada siasat kriminal di balik semuanya, meski di permukaan tampak seperti kutukan Inca.Tintin melakukan penyelidikan untuk mengungkap rahasia di balik “kutukan” tersebut. Ia bertemu dengan orang-orang yang berkepentingan, termasuk pelaku lama yang mencoba menyamarkan rencananya dengan tipu daya, pementasan kejadian aneh, serta berbagai intrik di berbagai lokasi seperti istana, rumah tamu, hotel, dan tempat kerja lainnya.Sepanjang cerita tampak adanya upaya untuk mencuri artefak-artefak dan menyediakan alibi lewat ilusi serta kegaduhan. Banyak adegan berisi dialog, kejar-kejaran konflik, dan aksi fisik yang melibatkan kebenaran versus tipuan, termasuk situasi di dalam bangunan serta alat-alat seperti botol, gelas, dan barang-barang rumah tangga yang dijadikan alat gangguan.Pada akhirnya, misteri kutukan itu terpecahkan melalui penyelidikan Tintin dan kerja sama tokoh-tokoh lain. Para pelaku tertangkap/dalam keadaan terbongkar rencananya, artefak-artefak diamankan, dan ketegangan pun mereda. Kejadian-kejadian tersebut memperlihatkan bahwa semua yang kelihatan seperti kutukan sebenarnya adalah tipuan belaka yang dirancang untuk menutupi tindakan pencurian.Kesimpulannya, Tintin berhasil mengungkap kebenaran di balik “kutukan” tujuh bola ajaib, membongkar rencana para pelaku, dan melindungi artefak berharga dari tangan yang tidak bertanggung jawab.