Ringkasan isi (bahasa Indonesia):
Cerita dibuka dengan prolog yang memperkenalkan Lingga yang dengan tegas mengatakan bahwa peristiwa malam sebelumnya tidak ia rencanakan: ia dalam keadaan mabuk, kehilangan kendali, dan insiden yang terjadi adalah sesuatu di luar kehendaknya. Ia berusaha meyakinkan ibu dan saudara-saudaranya bahwa kejadian itu tidak sepenuhnya ia kendalikan, meski kenyataannya menimbulkan kegaduhan besar dalam keluarga. Ketegangan muncul karena anggota keluargaβterutama Opa sang kepala keluargaβingin menjaga reputasi keluarga dan menghindari dampak buruk dari insiden tersebut. Bacaan berikutnya menggambarkan bagaimana Tama, kakaknya, mencoba menenangkan situasi meski ia sendiri penuh frustrasi, sementara ibu dan ayah mereka bergulat dengan bagaimana menanggapi masalah ini tanpa menghancurkan kehormatan keluarga.
Kemudian terungkap bahwa ibu Lingga baru saja melakukan suatu kelalaian yang berdampak pada perusahaan tempatnya bekerja: keributan internal terjadi, pimpinan perusahaan turun tangan, dan polisi pun sempat dilibatkan untuk meminta keterangan. Berita itu menambah beban keluarga, meskipun berkat bantuan pengacara keluarga beberapa bukti yang berpotensi merugikan tidak sepenuhnya dibuktikan. Ada pula pembahasan tentang upaya menutup-nutupi dengan memberikan uang tutup mulut, yang menimbulkan kecurigaan akan adanya pengkhianatan di antara anggota keluarga. Lingga menyaksikan bagaimana kakek menatap ibunya dengan garang, menandakan bahwa sang kakek tidak segan menegakkan aturan dan mengurus nasib keluarga di hadapan konflik yang membelit mereka.
Selanjutnya, cerita menggali dinamika kekuasaan di antara generasiβantara kakek yang berkuasa, sang ibu yang terjebak dalam skandal, hingga keinginan Hartala (ayah) untuk menata ulang posisi keluarga agar tetap berwibawa di mata publik. Ketegangan ini memperlihatkan bagaimana rahasia dan tekanan external (investasi, reputasi, hukum) mempengaruhi keharmonisan internal keluarga besar mereka.
Kesimpulannya, buku ini menggambarkan bagaimana rahasia, kekuasaan, dan tekanan sosial menguji ikatan keluarga serta memaksa mereka memilih antara mengungkap kebenaran atau menutupi kesalahan demi mempertahankan reputasi keluarga.
