Berikut ringkasan isi buku berdasarkan gambar halaman yang diberikan:
Gagasan utama
Menjelaskan pentingnya kualitas layanan (service quality) sebagai pendorong utama keberhasilan usaha makanan (khususnya Warung Lalapan Cak Rie di Malang City).
Kualitas layanan mempengaruhi kepercayaan (trust) dan Word of Mouth (WOM), yang pada akhirnya berpengaruh terhadap keputusan pembelian (purchase decision).
Model penelitian menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel: Service Quality (X), Trust (Z1), Word of Mouth (Z2), Purchase Decision (Y). Struktur teoretis
Variabel utama: X = Service Quality, Z1 = Trust, Z2 = Word of Mouth, Y = Purchase Decision.
Hipotesis mencakup hubungan langsung: X β Y, X β Z1, X β Z2, Z1 β Y, Z2 β Y; serta hubungan tidak langsung melalui jalur antara variabel-variabel tersebut.
Diagram model hubungan (Gambar 1) menggambarkan jalur antara Service Quality, Trust, Word of Mouth, dan Purchase Decision.Metodologi
Jenis penelitian: kuantitatif.
Lokasi studi: Warung Lalapan Cak Rie, Malang City.
Teknik sampling: purposive (berdasarkan kriteria pengunjung stall sayur segar).
Besaran sampel: 118 responden (ditambah menjadi 118 untuk mengantisipasi ketidaksesuaian pengisian kuesioner).
Analisis: path analysis untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.
Data pendukung: rating toko di Google (4,7β4,8/5) dan karakteristik stall yang relevan terhadap persepsi kualitas layanan.Hasil utama
Semua hubungan hipotesis utama terbukti positif dan signifikan (p < 0,001).
- Pengaruh langsung Quality Service terhadap Purchase Decision signifikan.
- Quality Service juga berpengaruh langsung terhadap Trust dan terhadap Word of Mouth.
- Trust berpengaruh signifikan terhadap Purchase Decision.
- Word of Mouth berpengaruh signifikan terhadap Purchase Decision.
Pengaruh tidak langsung Quality Service terhadap Purchase Decision dimediasi oleh Trust dan WOM (melalui jalur-jalur mediasi yang signifikan).
Temuan ini menguatkan gagasan bahwa kualitas layanan meningkatkan kepercayaan dan rekomendasi dari mulut ke mulut, yang pada gilirannya meningkatkan keputusan pembelian.Pembahasan dan implikasi
Peningkatan kualitas layanan menjadi strategi utama untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperkuat WOM positif, dan mendorong keputusan pembelian.
Pelaku usaha makanan disarankan fokus pada peningkatan elemen kualitas layanan (misalnya respon, kenyamanan, harga relatif, desain interior, fasilitas) untuk membangun kepercayaan dan dorongan WOM.
Pemanfaatan WOM sebagai sumber informasi konsumen penting dalam konteks persaingan di industri makanan dan minuman.
Implikasi praktis juga mencakup adaptasi model layanan di masa pandemi, pembayaran digital, dan upaya menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas layanan yang konsisten.Catatan tambahan
Penelitian ini berfokus pada sebuah stall/franchise tertentu di Malang City, sehingga generalisasi temuan perlu diuji pada lokasi dan konteks lain.
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya melibatkan perluasan sampel, penambahan variabel lain (misalnya kepuasan, citra merek, faktor eksternal) dan studi longitudinal untuk melihat perubahan hubungan antar variabel dari waktu ke waktu.