Berikut ringkasan isi buku berdasarkan gambar-gambar halaman yang ditampilkan:
Buku ini tampak berupa kumpulan teks kritis yang menggabungkan unsur sejarah, teori politik-marxis, serta kritik terhadap keadaan politik Indonesia kontemporer. Judul yang muncul antara lain Jokowi Undercover dan Pamflet Masa Darurat: Lentera Shenjha adalah Kita, dengan pengantar dari penerbit.Inti gagasan utama adalah ajakan untuk memahami sejarah revolusi Tan Malaka sebagai landasan perubahan sosial-politik di Indonesia. Ditekankan bahwa revolusi perlu dilakukan sekarang, bukan sekadar reformasi atau rekonsiliasi biasa.Konsep penting yang dibahas meliputi:
- Penolakan terhadap imperialisme dan kapitalisme sebagai akar ketidakadilan sosial.
- Kritik terhadap beberapa tokoh dan aliran (Marx, Lenin, Mao) tetapi tetap menekankan pentingnya pemikiran revolusioner Tan Malaka.
- Batasan rekonsiliasi ΠΏΠΎΠ»ΠΈΡik konvensional; dianjurkan rekonsiliasi nasional ala Tan Malaka yang bersifat revolucioner, bukan pasif atau hanya retorika.
Peran βLentera Shenjhaβ sebagai figur/ikon pemuda yang bersemangat mempelajari sejarah dan membentuk keyakinan bulat bahwa revolusi diperlukan dan harus dilaksanakan secara nyata. Ini digambarkan sebagai upaya menginspirasi generasi muda untuk terjun ke perjuangan revolusioner.Bagian βPengantar Penerbitβ dan daftar isi menunjukkan struktur buku berupa pengantar, beberapa bagian (Bagian Satu, Dua, Tiga, Empat) dan epilog, yang kemungkinan membahas tahapan pemikiran, analisis sejarah, serta contoh-contoh praktik revolusi dalam konteks Indonesia dan dunia.Secara umum, buku ini mengupas bagaimana imperialisme, eksploitasi kelas, dan ketidakadilan sosial memerlukan pendekatan revolusioner yang terarah, dengan tekad menegakkan kedaulatan nasional, integrasi, dan keadilan sosial yang lebih absolut. Dalam konteks kontemporer, ia menegaskan perlunya skeptisisme terhadap upaya mempertahankan status quo oleh kekuasaan, militer, atau aparat yang menyokong rezim lama.