Tentu, berikut adalah ringkasan isi buku berdasarkan gambar-gambar halaman yang Anda berikan, beserta kesimpulannya:
Ringkasan Buku "How is The Money Come to You?" oleh Mardigu Wp
Buku ini membahas tentang konsep kekayaan, pandangan terhadap uang, dan peran penting _belief system_ (sistem kepercayaan) serta _mindset_ dalam mencapai kemakmuran, khususnya kemakmuran finansial. Penulis memulai dengan fakta menarik tentang potensi kekayaan individu yang seringkali tersembunyi, di mana 375 orang dengan kemampuan mirip 3 miliar umat manusia.
Penulis mengkritik pandangan umum tentang uang yang terlalu berfokus pada kerja keras sebagai satu-satunya cara. Ia menyoroti bahwa uang itu hanya alat tukar, bukan tujuan utama. Sebaliknya, yang lebih penting adalah _belief system_ seseorang dan kekuatan _mindset_ atau _subconscious_ (pikiran bawah sadar). Otak manusia hanya menggunakan 12% kemampuan sadar dan sisanya adalah kekuatan bawah sadar yang bisa diisi informasi (belief system) yang positif atau negatif.
Beberapa poin penting yang diangkat dalam buku ini:
* Pentingnya _Belief System_: Penulis menekankan bahwa _belief system_ manusia adalah software yang mengoperasikan kehidupan kita. Keyakinan tentang uang, kekayaan, dan kesuksesan akan membentuk realitas seseorang. Contohnya, perokok yang menganggap rokok tidak baik tetapi tetap merokok menunjukkan adanya pertentangan _belief system_. * Peran _Mindset_: Mardigu mengulang-ulang bahwa "Anggap otak itu komputer. Anggap otak itu HARDWARE. Semua manusia, sama." Artinya, tidak ada perbedaan mendasar dalam kemampuan otak fisik, namun perbedaan terletak pada "software" yang diinstal, yaitu _mindset_ dan _belief system_. * Melampaui Kerja Keras Konvensional: Buku ini menentang pemahaman umum bahwa uang datang hanya dari kerja keras. Penulis mengajukan pertanyaan menohok: "Bisakah anda meminta pada Tuhan, UANGMU TAK TERHINGGA. Bisa gak?!" Ini untuk menantang pembaca agar berpikir di luar kebiasaan, yaitu mengenai kemampuan Tuhan dan bagaimana manusia sering membatasi diri dengan prasangka. * Kisah Inspiratif dari Kelas Milleniare Mindset: Penulis membagikan cerita dari kelasnya yang diikuti oleh orang-orang dari berbagai negara. Kisah-kisah peserta tentang perjalanan hidup mereka yang penuh kesulitan finansial, utang, dan kesulitan keluarga, menjadi inti dari kelas ini. Peserta diajarkan untuk mengubah _belief system_ mereka tentang uang dan kekayaan. * Konsep "How Is The Money Come To You?": Pertanyaan ini adalah _core_ dari pembelajaran. Penulis mencoba mengubah pandangan bahwa uang 'dicari' melalui kerja keras, menjadi uang yang 'datang' karena pemahaman yang benar, _mindset_ yang tepat, dan _belief system_ yang mendukung. * Melawan _Mindset_ Konvensional: Buku ini mencoba membongkar _mindset_ yang sudah tertanam kuat di masyarakat, seperti "jika tidak punya uang, kamu harus bekerja" atau "bekerja untuk mendapatkan uang." Penulis ingin mengubah pemahaman agar uang bisa datang tanpa harus bekerja membabi buta. * Fokus pada "software" dalam diri: Lebih dari sekadar bekerja keras di luar, buku ini mengajak pembaca untuk "bekerja" pada diri sendiri, yaitu menginstal _belief system_ baru yang pro-kekayaan. Ini termasuk mengubah doa, permintaan kepada Tuhan, dan cara berpikir tentang kelimpahan. * Pentingnya Doa yang Tidak Dibatalkan: Penulis menjelaskan bahwa doa atau permohonan seringkali "dibatalkan" oleh pikiran bawah sadar atau _belief system_ negatif yang kontradiktif. Misalnya, meminta 1 miliar tapi dalam hati merasa tidak mungkin.
Kesimpulan:
Buku "How is The Money Come to You?" adalah sebuah panduan untuk mengubah _mindset_ dan _belief system_ pembaca tentang uang dan kekayaan. Mardigu Wp berargumen bahwa kunci menuju kelimpahan finansial bukanlah semata-mata bergantung pada kerja keras fisik, melainkan pada bagaimana individu mengoperasikan "software" dalam otaknya β yaitu _belief system_ dan _mindset_. Dengan mengubah keyakinan yang membatasi dan mengadopsi pandangan yang memberdayakan, seseorang dapat membuka potensi untuk menarik kekayaan dan mencapai kemakmuran tanpa harus terjebak dalam siklus kerja keras yang tidak efisien. Intinya, buku ini mengajak pembaca untuk melihat uang sebagai hasil dari pemahaman dan keyakinan yang benar, bukan hanya sekadar imbalan atas pekerjaan.
