Berikut ringkasan isi buku The Little Prince berdasarkan gambar-gambar halaman yang ditampilkan:
Buku dibuka dengan kisah autobiografis penulis, Antoine de Saint-ExupΓ©ry. Ia menceritakan masa kecilnya yang penuh minat pada petualangan dan penerbangan, lahir di Prancis pada tahun 1900, serta hasratnya terhadap seni menggambar.
Ia menjelaskan bagaimana orang dewasa tidak memahami gambarnya. Ia menggambar seekor boa constrictor yang memakan gajah, tetapi orang dewasa mengira gambar itu adalah topi. Hal ini membuatnya putus asa sebagai pelukis dan memilih jalur lain di sekolah (geografi, sejarah, aritmetika, grammer).
Perjalanan hidupnya sebagai pilot menjadi tema utama; ia terlibat dalam peperangan dan akhirnya menulis The Little Prince. Pada bagian-bagian ini diceritakan juga bagaimana ia melihat dunia melalui mata seorang anak dewasa yang imajinatif.
Bagian βTo Leon Werthβ mengisahkan hubungan masa kecil penulis dengan seorang teman dan bagaimana ia mengembangkan kapasitas menggambar yang berbedaβgambaran-gambaran sederhana yang kemudian dipandang berbeda oleh orang dewasa.
Dalam beberapa bab berikutnya ia menggambarkan bagaimana dibujuknya diri sendiri untuk menggambar lagi dan bagaimana karya-karyanya kemudian berkembang menjadi cerita fiksi tentang seorang pangeran kecil yang datang dari asteroid.
Inti cerita The Little Prince adalah pertemuan antara seorang pilot (narator) dengan sang pangeran kecil dari asteroid. Sang pangeran menceritakan pengalamannya melalui serangkaian kunjungan ke asteroid-asteroid lain dan bertemu dengan berbagai tokoh dewasa aneh (raja, sombong, peminum, pedagang lampu, geografer), sebelum akhirnya bertemu dengan manusia di Bumi.
Melalui percakapan dengan sang pangeran, narator belajar tentang tema-tema utama: pentingnya melihat dengan hati, makna persahabatan, cinta pada bunga satu-satunya di planetnya, serta kenyataan bahwa banyak hal esensial tidak dapat dilihat dengan mata tetapi dirasakan dengan hati.
Buku ini menggunakan gaya narasi sederhana dengan ilustrasi yang polos namun sarat makna, mengajak pembaca untuk merenungkan arti hidup, kehilangan, dan bagaimana mempertahankan rasa ingin tahu serta kemampuan melihat hal-hal penting di balik penampilan.
Kesimpulannya: The Little Prince adalah kisah alegoris yang mengajak pembaca menjaga rasa ingin tahu masa kecil, menghargai hubungan batin, dan melihat esensi kehidupan alih-alih terjebak pada hal-hal material maupun penampilan luar.