Tentang Self-Driving
Profesor Rhenald Kasali membawa konsep self-driving mobil otonom sebagai metafora untuk generasi baru yang harus mampu memimpin dirinya sendiri di era disrupsi yang bergerak sangat cepat.
Dua Jenis Manusia di Era Disrupsi
Penumpang (Passenger)
Mereka yang pasif, menunggu arahan, bergantung pada orang lain untuk menentukan arah hidup mereka. Di era disrupsi, tipe ini paling rentan tergerus perubahan.
Pengemudi (Driver)
Mereka yang proaktif, mengambil kendali, berani bereksperimen, dan terus belajar tanpa menunggu diperintah. Ini adalah tipe yang akan bertahan dan berkembang.
Karakteristik Manusia Self-Driving
1. Mindset Berkembang
Selalu melihat perubahan sebagai kesempatan, bukan ancaman. Tidak terpaku pada zona nyaman yang semakin menyempit.
2. Berani Gagal Cepat
Di era disrupsi, eksperimen cepat dengan kegagalan kecil jauh lebih baik dari perencanaan panjang yang menghasilkan kegagalan besar.
3. Belajar dari Ekosistem
Bukan hanya dari sekolah atau atasan, tapi dari ekosistem yang lebih luas: komunitas, internet, pengalaman langsung, dan bahkan dari generasi yang lebih muda.
Kesimpulan
Self-Driving adalah karya Rhenald Kasali yang sangat relevan untuk generasi muda Indonesia yang menghadapi era disrupsi. Baca ebooknya di perpustakaan kami.
